Migrasi dari baterai timbal asam (VRLA) ke Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) kini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan keputusan bisnis strategis bagi operator data center dan enterprise IT yang menginginkan efisiensi biaya kepemilikan jangka panjang (Total Cost of Ownership).
LiFePO4 menawarkan siklus pakai hingga 4.000–6.000 kali pelepasan beban dibandingkan VRLA yang hanya berkisar 400–600 siklus. Hal ini membuat baterai lithium dapat bertahan 10–15 tahun tanpa perlu penggantian rutin setiap 3–4 tahun sekali.
Dari sisi ruang dan struktural bangunan, modul lithium 70% lebih ringan dan menghemat luas lantai hingga 60%. Bagi gedung tinggi atau colocation data center bertingkat, penghematan beban tonase ini mengeliminasi kebutuhan perkuatan balok beton lantai.